Kamis, 29 Januari 2015

Makanan Tradisional Jawa Barat



1. Colenak

Colenak berasal dari singkatan “dicocol enak”. Penganan khas tanah Parahyangan ini terbuat dari peuyeum (tape singkong) yang dibakar. Colenak ini disantap dengan cara dicocolkan pada gula jawa cair yang dicampur dengan serutan kelapa. Kudapan ini diperkenalkan oleh Aki Murdi pada tahun 1930.

2. Comro/combro dan misro

Merupakan singkatan dari oncom di jero (jero artinya ‘dalam’ dalam bahasa sunda). Comro atau combro dibuat dari parutan singkong yang bagian dalamnya diisi dengan sambal omcom yang kemudian digoreng. Bentuknya bulat agak pipih dan rasanya gurih pedas.
Selain comro, dikenal juga misro atau amis di jero (amis artinya manis dalam bahasa sunda). Misro ini mirip dengan comro hanya saja dalamnya diisi dengan gula merah.

3. Awug

Awug merupakan salah satu jajanan khas Bandung yang terbuat dari tepung beras dan kelapa yang dikukus dengan gula merah. Agak mirip dengan kue putu. Awug ini biasanya dikukus dalam wadah yang berbentuk kerucut (mirip nasi tumpeng). Rasanya manis legit dan lebih enak bila disantap saat masih hangat.

4. Gemblong

Jajanan tradisional yang satu ini terbuat dari tepung beras ketan yang diuleni hingga kalis lalu dibentuk bulat/lonjong. Adonan gemblong yang sudah dibentuk bulat lonjong ini lalu digoreng dan setelah dingin dilapisi dengan gula aren. Teksturnya agak keras dan rasa manisnya cukup legit.

5. Cireng dan cilok

Cireng adalah singkatan dari aci digoreng, sedangkan cilok adalah aci dicolok. Sesuai dengan namanya, cireng terbuat dari tepung aci/tapioka yang diberi bumbu lalu digoreng. Dengan berkembangnya jaman, pengolahan cireng menjadi semakin inovatif. Kini ada cireng dengan berbagai macam isi, mulai dari keju, daging ayam, sosis, barbeque. Ada juga rujak cireng yaitu cireng dicocol dengan bumbu kecap cengek.
Sedangkan cilok atau aci dicolok diolah dengan cara tepung aci yang telah dibumbui lalu dibentuk bulat dan direbus. Cilok ini ditusuk-tusuk sehingga mirip sate lalu dimakan dengan bumbu kacang atau saus sambal.

6. Serabi oncom

Serabi atau surabi adalah penganan yang dibuat dari tepung beras. Jika biasanya surabi disandingkan dengan kuah santan dan gula merah, maka surabi oncom ini diberi topping oncom di bagian atasnya.

7. Bandros

Bandros adalah makanan khas Jawa Barat, tepatnya dari Sukabumi, yang terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, dan santan. Bentuknya mirip dengan kue pukis karena memang menggunakan cetakan yang serupa. Namun tentu saja rasanya berbeda dengan pukis yang memiliki citarasa manis. Bandros memiliki rasa gurih kelapa/santan. Ada juga bandros manis yang bagian atasnya ditaburi gula putih.

8. Ali agrem

Bentuknya mirip dengan donat hanya saja ukurannya lebih kecil. Ali agrem merupakan santapan tradisional Jawa Barat yang terbuat dari adonan tepung beras, kelapa sangrai, dan gula merah yang digoreng. Dinamakan ali agrem karena bentuknya seperti ali atau cincin yang melingkar. Ali agrem ini biasanya disuguhkan pada acara-acara pernikahan. Di tanah betawi, ali agrem ini dikenal dengan nama kue cincin.

9. Wajit Cililin

Wajit adalah penganan yang dibuat dari gula kawung atau gula aren, kelapa, gula putih, beras ketan dan vanili. Semua bahan ini lalu disatukan dan diaduk di dalam wajan hingga masak dengan menggunakan api tungku. Wajit yang sudah masak lalu dibungkus dengan daun jagung kering lalu dijemur hingga kering. Karena dijemur itulah wajit memiliki tekstur agak kering di bagian luarnya dan lembut bagian dalamnya. Karena kepopulerannya, tak heran bila wajit cililin ini masih senantiasa diproduksi oleh para perajinnya.

10. Leupeut

Nah, yang tidak biasa berbahasa sunda biasanya bakalan salah saat mengucapkan lafal ‘eu’ pada kata leupeut ini. Leupeut (bukan lepet) adalah penganan yang terbuat dari beras atau ketan yang dibungkus dengan daun pisang atau daun kelapa yang dilipat lalu diikat. Leupeut ini bisa diisi kacang ataupun oncom. Sekilas, leupeut ini mirip dengan lontong. Rasanya pun mirip. Hal yang membedakan leupeut dengan lontong terutama adalah dari cara membungkusnya.

11. Gurandil

Gurandil dibuat dengan bahan dasar tepung tapioka yang dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil yang diberi pewarna. Biasanya sih diberi warna hijau atau merah muda sehingga tampilannya menjadi lebih menarik. Adonan ini lalu dikukus dan disajikan dengan parutan kelapa. Gurandil ini mirip dengan kue tradisional cenil.

12. Putri Noong

Noong dalam bahasa sunda artinya: mengintip. Kue putri noong ini dibuat dari bahan dasar singkong dan pisang. Adonan singkong yang diparut dan diberi pewarna lalu bagian tengahnya diberi buah pisang. Adonan ini lalu dikukus dan setelah matang disajikan dengan kelapa parut.
Dari 12 jajanan tradisional khas jawa barat yang sudah disebutkan di atas, manakah yang menjadi kesukaan Klikers? Sudah pernah coba semuanya? Hmm, bagi yang belum pernah mencicipi, ayo kita berburu jajanan tradisional sewaktu sedang jalan-jalan atau berlibur di Bandung! Semuanya dijamin ngeunah alias enak!

Pakaian Adat JAWA BARAT



Jawa Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang mayoritas dihuni oleh masyarakat suku sunda. Propinsi yang beribu kota di Bandung ini dikenal dengan kebudayaannya berupa tari jaipong dan tari merak yang  mempesona, serta kesenian wayang goleknya yang unik dan mengagumkan. Seperti kebanyakan daerah lain di Indonesia, masyarakat suku sunda juga memiliki pakaian adat yang sangat kental dengan unsur budaya tradisional. Berdasarkan penggunaannya pakaian adat Jawa Barat dapat dikelompokkan sebagai pakaian adat kaum bangsawan, pakaian adat golongan menengah, pakaian adat rakyat biasa, pakaian mojang dan jajaka, serta pakaian adat pernikahan.

Pakaian Bangsawan/Menak
Pakaian yang dikenakan oleh kaum bangsawan pria terdiri dari jas berbahan beludru dan celana panjang bahan beludru warna hitam yang dihiasi sulaman benang emas, kain dodot motif rereng parang rusak, sabuk, bendo dengan motif yang sama dengan dodot sebagai tutup kepala, serta alas kaki berupa sepatu atau selop hitam. Bisa juga mengenakan jas tutup warna hitam, kain kebat batik motif rereng, tutup kepala motif rereng, sabuk, jam rantai sebagai hiasan baju.
Pakaian Adat Jawa barat
Sementara pakaian yang dikenakan oleh kaum bangsawan wanita yakni berupa kebaya beludru warna hitam yang dihiasi dengan sulaman benang emas, kain kebat motif rereng, serta alas kaki berupa sepatu atau selop beludru yang dihiasi dengan manik-manik atau sulaman emas. Sebagai pelengkap ditambahkan pula penggunaan perhiasan dari emas yang bertahtakan berlian yaitu berupa giwang, gelang keroncong, cincin, kalung, peniti rantai, bros dan tusuk konde.

Pakaian Kaum Menengah
Pakaian yang diperuntukkan bagi kaum pria dari golongan menengah terdiri dari baju bedahan putih, kain kebat batik, sabuk dan ikat kepala, alas kaki sandal tarumpah, serta arloji berantai emas yang digantung disaku baju. Sementara untuk kaum wanita menggunakan kain kebat batik sebatas mata kaki, beubeur, kebaya beraneka warna, selendang berwarna, serta alas kaki berupa selop atau kelom geulis. Sebagai pelengkap ditambahkan pula pemakaian giwang, kalung, gelang dan cincin yang terbuat dari emas atau perak.

Pakaian Rakyat Biasa
Kaum pria dari golongan rakyat biasa umumnya mengenakan celana komprang/pangsi yang dilengkapi dengan sabuk, baju kurung, ikat kepala dan memakai kain sarung poleng yang diselempangkan dari bahu kanan kearah pinggang sebelah kiri atau sebaliknya serta alas kaki berupa sandal tarumpah sebagai pelengkapnya. Sementara untuk kaum wanita menggunakan kain batik panjang, ikat pinggang, kutang (kamisol), baju kebaya dan selendang batik serta perhiasan berupa  gelang akar bahar, suweng pelenis, cincin polos dari perak yang disepuh emas dan alas kaki berupa sendal jepit/sendal keteplek.

Pakaian Mojang dan Jajaka
Pakaian yang digunakan ole pria atau jajaka Jawa Barat biasanya berupa jas tutup atau jas takwa dengan warna bebas, celana panjang, kain dodot motif bebas, bendo sebagai penutup kepala, alas kaki berupa sepatu atau selop dan rantai kuku macan serta jam rantai sebagai hiasan pada jas tutup. Sementara pakaian yang digunakan untuk wanita atau mojang Jawa Barat yaitu berupa kebaya polos dihiasi sulaman atau manik-manik, kain kebat dilepe, kutang (kamisol), beubeur (ikat pinggang) untuk mengencangkan kain, alas kaki memakai selop yang sewarna dengan kebaya, karembong (selendang) sebagai pemanis. Sebagai pelengkap rambut disanggul rapi memakai hiasan bunga dan tusuk konde, perhiasan gelang kalung, cincin, dan bros.

Pakaian Pengantin Sukapura
Pengantin pria Sukapura menggunakan kain rereng, baju jas tutup warna putih dengan ikat pingga warna putih, tutup kepala bendo motif rereng, dan selop warna putih. Ditambah pula perhiasan berupa kalung bunga berukuran panjang dan memakai keris. Untuk pengantin wanita mengenakan kebaya brukat putih dengan memakai ikat pinggang atau benten warna emas, kain rereng eneng, dan selop warna putih. Sebagai pelengkap ditambahkan pula perhiasan berupa gelang, kalung panjang, bros, giwang, cincin, serta kilat bahu dibagian lengan. Tatanan rambutnya disanggul memakai siger subadra, tujuh buah kembang goyang, dan untaian bunga sedap malam.

Pakaian Pengantin Cirebon
Pakaian pengantin pria cirebon yakni berupa baju oblong warna krem yang dilengkapi terataian, celana panjang beludru warna hijau, kain dodot batik cirebonan, ikat pinggang, keris, kilat bahu.dan gelang kono. Dibagian kepala dihiasi menggunakan mahkota Prabu Kresna, sementara alas kakinya memakai selop warna hijau dengan perhiasan gelang kono dan gelang kaki. Untuk mempelai wanita menggunakan kemben beludru warna hijau, terataian, kain batik cirebonan, pending dan selop warna hijau. Memakai siger mahkota suri, untaian melati bawang sebungkus, kalung tiga susun, kilat bahu dan gelang kono.

Rumah Adat JAWA BARAT








Jawa Barat memiliki beberapa jenis rumah adat. Perbedaan rumah adat terletak pada arsitektur atapnya. Masyarakat Jawa Barat menyebutnya suhunan. Masing-masing atap memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda.

Berikut Rumah Adat Jawa Barat berdasarkan bentuk atap:
1.Badak Heuay
Bentuk atap badak heuay memanjang bagaikan togog yg memiliki bentuk unik yaitu bentuk atap dengan bagaian depan dan belakang yang memanjang sehingga kalau di lihat seperti hewan seekor badak.

2.Jolopong
Jolopong merupakan salah satu rumah adat jawa barat yang mempunyai bentuk memanjang seperti pelana kuda. Masyarakat sunda biasanya mennamainya sebagai "gagajahan / regol".

3.Tagog Anjing
Cirikhas rumah tagog anjing ini adalah bentuknya yang menyerupai binatang anjing yang sedang duduk.

4.Perahu Kemureb (Nangkub)
Cirikhas rumah ini terletak bentuk atabnya yang menyerupai bentuk perahu yang terbalik.

5.Buka Palayu
Desain Buka Palayu yang unik dengan teras yang panjang dan luas dan bentuk atap yang hampir sama dengan bentuk atap rumah adat betawi merupakan cirikhas tumah ini

6.Capit Gunting
Rumah adat jenis Capit Gunting ini sangat unik. Karena bentuk dan struktur rumah yang cantik. Ada lagi, yaitu bentuk atap-atapnya yang menyerupai gunting pada unjung atap

7.Julang Ngapak
Nah yang satu ini juga unik yaitu bentuknya yang seperti burung terbang di langit.